PENAJABAR.COM, PAMIJAHAN - Jelang Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menuai berbagai tanggapan, tanggapan dimuka umum menyoroti kinerja presiden Prabowo-Gibran selama satu tahun ini dari mulai pendidikan, infrastruktur, ekonomi dan lainnya.
Kebijakan yang dikeluarkan presiden Prabowo-Gibran selama satu tahun ini menuai opini publik halnya terkait dengan kebijakan eksploitasi alam yang berdampak pada krisis ekologi.
Beberapa proyek strategis, seperti tambang, nikel, dan food estate, menjadi perhatian utama karena implikasinya terhadap lingkungan hidup dan masyarakat, sejatinya Indonesia merupakan negara yang kaya jika dikelola dengan sehat.
Proyek-proyek tambang dan nikel, meskipun memberikan kontribusi ekonomi, seringkali mengabaikan dampak lingkungan yang signifikan.
Deforestasi, polusi air dan tanah, serta kerusakan habitat menjadi konsekuensi yang merugikan.
Selain itu, proyek food estate yang ambisius juga menimbulkan kekhawatiran terkait alih fungsi lahan yang berpotensi merusak ekosistem alami dan mengurangi keanekaragaman hayati.
Kebijakan yang berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam seringkali mengabaikan hak-hak masyarakat lokal.
Masyarakat adat dan petani tradisional kehilangan akses terhadap tanah dan sumber daya alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.
Hal ini tidak hanya merampas kedaulatan ekologis rakyat, tetapi juga meningkatkan konflik agraria dan ketidakadilan sosial.