PENAJABAR.COM, CIAWI - Satu tahun sudah Prabowo-Gibran memimpin Indonesia, pada masa awal prabowo menjabat sebagai presiden sudah kurang lebih 50% lahan pertanian beralih fungsi menjadi perumahan, industri.
Seperti yang terjadi di Puncak-Bogor, Jawa Barat, yang bisa meningkatkan resiko banjir, erosi tanah, semua ini menunjukan hilangnya kontrol rakyat atas sumber daya alam yang dimiliki.
Hilangnya kedaulatan terjadi saat kontrol beralih kepada investor asing atau pemerintah yang melihat potensi keuntungan dari pada memikirkan dampak yang terjadi pada lingkungan sekitarnya.
Saya kira hal ini dapat mengakibatkan masyarakat kehilangan arah dan semangat untuk mengelola sumber daya dan akan lebih meningkatkan resiko ketahanan pangan yang menurun dan perubahan iklim yang bisa juga menyebabkan bencana alam.
Dalam konteks ini, kehilangan kedaulatan ekologis dapat terlihat oleh praktik alih fungsi lahan yang mengancam ekosistem dan hak rakyat yang direbut begitu saja.
Ini mengurangi kapasitas tanah untuk melakukan regenerasi alami sehingga membuat para petani kecil kehilangan kemampuan untuk melakukan bertani secara organik.
Seperti apa yang disampaikan oleh Global Forest Watch (2023), Indonesia kehilangan sekitar 1,5 juta hektar hutan pertahun, sebagian besar akibat konversi lahan untuk perkebunan sawit dan pulp.
Ini mengurangi kedaulatan ekologis komunitas adat, yang sering kali bergantung pada hutan untuk mata pencaharian berkelanjutan dan berkontribusi pada emisi karbon global, Indonesia adalah penyumbang terbesar keempat emisi deforestasi dunia.***
Ditulis di Bogor pada 21 Oktober 2025 oleh Taufiq Nur Rahman, Ketua Umum HMI Komisariat Agraria Unida Cabang Bogor.