PENAJABAR.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) membuka peluang beasiswa S2 dan S3 melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang ditujukan bagi mahasiswa, termasuk perempuan.
Kesempatan ini berlaku untuk studi di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesetaraan akses pendidikan tinggi.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan bagi perempuan.
“Jangan berlama-lama kuliah. Segera lulus dan kejar beasiswa! Peluang besar terbuka bagi perempuan untuk studi lanjut, asal siap secara akademik dan mental,” ujar Ruchman Basori dalam acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada Jumat (5/9/2025).
Hingga kini, Kemenag bersama LPDP Kementerian Keuangan telah menyalurkan lebih dari 7.500 beasiswa, dimana sekitar 42% penerimanya adalah perempuan.
Angka ini diharapkan terus meningkat melalui kebijakan afirmatif yang memberi ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.
Dukungan penuh juga datang dari Menteri Agama dan Sekjen Kemenag, yang mendorong agar beasiswa tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga guru, dosen, ustadzah, tenaga kependidikan, serta alumni pesantren dan madrasah.
Bekal Penting untuk Raih Beasiswa S2 dan S3 Kemenag
Keberhasilan meraih beasiswa tidak datang begitu saja. Ruchman menekankan bahwa setiap pelamar perlu persiapan matang, mental yang kuat, dan visi yang jelas. Berikut poin penting yang perlu diperhatikan: