PENAJABAR.COM - Sebagai mahasiswa yang mengamati perkembangan pemerintahan Prabowo-Gibran selama satu tahun ini, ada beberapa hal yang bisa kita lihat.
Disatu sisi, pemerintahan ini berhasil melakukan beberapa konsolidasi penting, terutama dalam hal struktur kelembagaan dan peluncuran program-program baru seperti Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis yang mendapat respons positif dari sebagian masyarakat. Namun, disisi lain, masih banyak hal yang perlu diperbaiki.
Kritik utama yang sering muncul adalah soal komunikasi publik yang kurang efektif. Banyak kebijakan yang diumumkan tanpa penjelasan yang memadai, sehingga membuat masyarakat bingung dan kurang paham arah kebijakan pemerintah.
Selain itu, isu penegakan hukum dan transparansi pengelolaan anggaran masih jadi sorotan, banyak yang menilai belum berjalan maksimal dan sering menimbulkan pertanyaan soal akuntabilitas.
Dibidang ekonomi dan sosial, meski ada beberapa kemajuan, pemulihan belum berjalan cepat sesuai harapan.
Masalah pengangguran dan ketimpangan sosial masih jadi tantangan besar yang harus segera diatasi dengan kebijakan yang lebih pro rakyat dan tepat sasaran.
Kinerja Gibran sebagai wakil presiden juga mendapat evaluasi yang kurang memuaskan dari publik, terutama terkait inovasi dan gerak nyata yang berdampak langsung.
Secara keseluruhan, pemerintahan Prabowo-Gibran butuh lebih fokus dalam membangun komunikasi yang transparan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta penegakan hukum.
Kalau hal-hal ini bisa diperbaiki, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat akan meningkat dan pemerintahan bisa berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.