PENAJABAR.COM, JAKARTA — Seleksi CPNS 2025 terancam gagal dibuka setelah pemerintah memberi sinyal perubahan besar dalam proses rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah menegaskan akan menerapkan kebijakan zero growth atau minus growth, yang berarti jumlah penerimaan pegawai baru akan disesuaikan atau bahkan lebih sedikit dari jumlah ASN yang pensiun.
Kebijakan tersebut menandai berakhirnya rekrutmen ASN secara besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah berfokus pada efisiensi belanja pegawai serta penyesuaian kebutuhan di setiap instansi. Artinya, formasi yang dibuka tahun depan kemungkinan jauh lebih terbatas.
Nota Keuangan RAPBN 2026 secara eksplisit menyebutkan:
“Menghitung kebutuhan ASN tahun 2026 dengan memperhitungkan formasi pegawai yang dibutuhkan dan jumlah ASN yang pensiun serta berpedoman pada kebijakan zero atau minus growth.”
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif, mengonfirmasi kebijakan ini. Menurutnya, BKN tidak bisa menetapkan kebutuhan ASN sepihak karena harus melalui koordinasi lintas kementerian.
“Ini harus kita bahas dengan Ibu Menteri Keuangan untuk anggaran dan Ibu Menpan RB untuk jumlah formasi. Serta berbagai kementerian, lembaga, dan daerah-daerah kebutuhannya seperti apa,” ujarnya saat ditemui di DPR RI.
Dengan aturan baru ini, peluang bagi calon peserta seleksi CPNS 2025 akan semakin ketat.