PENAJABAR.COM, BOGOR  – Rekaman suara diduga Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono saat berbicara melalui sambungan telepon dengan perwakilan pengusaha tambang di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin viral di media sosial pada Sabtu, 27 September 2025.

Percakapan itu menuai sorotan publik karena dinilai menunjukkan keberpihakan Bambang terhadap kepentingan perusahaan tambang.

Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram Bro Ron, Bambang Tirtoyuliono terdengar meminta pengusaha tambang bersabar menghadapi Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tertanggal 19 September 2025.

Surat edaran itu menegaskan penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 56 Tahun 2023 tentang pembatasan jam operasional tambang.

Namun, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat itu menyebut kebijakan tersebut hanya akan berlaku sementara.

“Saya yakin betul tidak lebih dari satu minggu. Mudah-mudahan dinamika yang terjadi ini bisa segera selesai sehingga kita bisa berproduksi seperti sedia kala,” kata Bambang Tirtoyuliono.

Ironisnya, dalam rekaman itu Bambang justru terkesan menenangkan keluhan pengusaha tambang, alih-alih menekankan kepatuhan terhadap aturan yang sudah berlaku.

Ia bahkan mengaku siap memfasilitasi kebutuhan perusahaan agar tidak dirugikan terlalu besar.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi menyikapi dinamika yang terjadi. Saya mohon kepada teman-teman semua untuk agak sedikit bersabar untuk dua tiga hari ke depan. Ini dinamikanya luar biasa dan kita yang disalahkan, saya tidak terima sebetulnya,” ujar Bambang.