PENAJABAR.COM - Uang panas bumi yang seharusnya menjadi penyejuk bagi kesejahteraan rakyat, justru menjelma menjadi "angin segar" bagi pemerintahan desa untuk berpesta pora.

Dalam investigasi lanjutan ini, tim kami mengonfirmasi sebuah pola yang mengkhawatirkan bahwa dana kompensasi masyarakat justru dialihkan untuk pembiayaan gaya hidup birokrasi desa.

Bahkan yang lebih memprihatinkan, upaya kami untuk meminta pertanggungjawaban publik menemui jalan buntu.

Hingga berita ini diturunkan, baik Ketua APDESI Kecamatan Pamijahan maupun Camat Pamijahan menolak memberikan komentar atas temuan-temuan spesifik yang kami sajikan.

Sikap tutup mulut dua institusi kunci ini justru memperkuat dugaan adanya sistemik dalam problem pengelolaan dana desa.

Pengadaan yang Dipertanyakan: Sofa Mewah dan Motor Dinas ditengah Keterbatasan

Data yang kami analisis menunjukkan pola konsumtif yang mengkhawatirkan.

Alih-alih untuk membiayai program yang berdampak langsung pada masyarakat, dana Bonus Produksi justru menjadi sumber pembiayaan gaya hidup birokrat desa.

Desa Ciasihan dengan leluasa menganggarkan Rp25 juta untuk Sofa Ruang Kepala Desa dan Rp25 juta lagi untuk Meja Kusri.