PENAJABAR.COM, JAKARTA - Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menegaskan bahwa perjuangan generasi Indonesia Emas 2045 adalah perjuangan memenangkan kemandirian nasional dan kedaulatan bangsa.
Penegasan ini disampaikan dalam sambutan Koordinator Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI, Dr. KH. Romo H.R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum, pada Rapat Harian MN KAHMI dengan agenda serah terima Koordinator Presidium, di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, Senin (13/7/2026).
Pada beberapa hari lalu, tepatnya 13 Juli 2026, Romo Syafi'i menyampaikan manifesto bertajuk "Dari Demokratisasi Menuju Kemandirian Nasional" yang menjadi arah pandang KAHMI dalam mengawal perjalanan bangsa menuju 2045.
Lima Bentuk Ketergantungan Jadi Ancaman
Dalam sambutannya, Romo Syafi'i menyebut ancaman terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah berbagai bentuk ketergantungan, mulai dari pangan, energi, teknologi dan data, pembiayaan, hingga informasi dan narasi publik.
Menurutnya, kelima bentuk ketergantungan itu berpotensi melemahkan ketahanan nasional dan membatasi kemampuan bangsa menentukan masa depannya sendiri.
Atas dasar itu, KAHMI mendorong perjuangan nasional yang berfokus membangun kemampuan bangsa berdiri di atas kekuatan sendiri, khususnya di bidang sumber daya manusia, pangan, energi, teknologi, ekonomi, pertahanan, dan informasi.
Dukung Kemitraan dengan Pemerintah, Soroti Enam Agenda Utama
KAHMI menegaskan kemitraannya dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai kemitraan kebangsaan dalam mengawal fondasi kemandirian nasional.