PENAJABAR.COM, BOGOR - Musim kemarau yang berkepanjangan membuat puluhan ribu warga Kabupaten Bogor kesulitan mendapatkan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, hingga Selasa (21/7/2026), bantuan air bersih telah menjangkau 127 titik di 53 desa yang tersebar di 21 kecamatan.


Berdasarkan data BPBD, sebanyak 20.852 kepala keluarga atau sekitar 71.079 jiwa terdampak kekeringan. 


Sejak 10 Juni hingga 21 Juli 2026, BPBD telah mendistribusikan 586.000 liter air bersih, setara 120 rit mobil tangki, ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan air.


Kecamatan yang menerima bantuan tersebar luas, mulai dari Citeureup, Nanggung, Babakan Madang, Jonggol, Sukajaya, Sukaraja, Rumpin, Leuwisadeng, Rancabungur, Ciseeng, Ciampea, Cigudeg, Jasinga, Dramaga, Tanjungsari, Kemang, Tenjo, Parung Panjang, Cariu, Megamendung, hingga Cigombong.


Sejumlah desa mengalami dampak yang cukup luas, di antaranya Cibeuteung Muara (Ciseeng), Cijayanti dan Karang Tengah (Babakan Madang), Cibanteng (Ciampea), Sukaraksa dan Sukamaju (Cigudeg), Hambaro, Parakan Muncang, dan Kalong Liud (Nanggung), Koleang (Jasinga), Harkatjaya (Sukajaya), Lewibatu (Rumpin), Ciomas (Tenjo), serta Hambalang (Citeureup).


Pada penyaluran terakhir, Selasa (21/7/2026), BPBD kembali mengirim bantuan ke sejumlah kecamatan. 


Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kabupaten Bogor, Adi Yuliana, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar distribusi air bersih tepat sasaran.


"Kami terus memonitor perkembangan kondisi kekeringan di lapangan. Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen petugas agar bantuan tepat sasaran dan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak,” ujar Adi Yuliana.


Bantuan menyasar permukiman warga, pondok pesantren, fasilitas ibadah, hingga kawasan perumahan yang kesulitan memperoleh air bersih.