PENAJABAR.COM, KOTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor masih menunggu arahan resmi pemerintah pusat terkait wacana penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi nasional.

Wacana PJJ ini menuai protes dari orangtua siswa di Kota Bogor yang menilai sistem tersebut tidak efektif berdasarkan pengalaman masa pandemi.

Walikota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan pihaknya belum mengambil keputusan apapun terkait penerapan PJJ di wilayahnya.

Dedie A. Rachim menyebut kebijakan tersebut akan diumumkan setelah ada keterangan resmi dari pusat.

"Kami sedang menunggu arahan lebih lanjut juga untuk pelaksanaannya," kata Dedie A. Rachim, dikutip penajabar.com dari Pikiran Rakyat yang terbit pada Selasa (24/3/2026).

Wacana PJJ muncul dalam konteks kajian pemerintah pusat terhadap kebijakan work from anywhere (WFA) dan work from home (WFH) sebagai langkah efisiensi energi di tengah kondisi geopolitik yang memanas.

Sekolah daring menjadi salah satu opsi yang masuk dalam kajian tersebut.

Orangtua Siswa di Bogor Barat Tolak PJJ

Wacana ini mendapat penolakan dari orangtua siswa di Kota Bogor. Avia Addisa, warga Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, menyatakan PJJ tidak efektif berdasarkan pengalamannya saat pandemi Covid-19.