PENAJABAR.COM, PAMIJAHAN – PT Star Energy Geothermal Salak (SEGS) menegaskan komitmennya terhadap keselamatan masyarakat disekitar wilayah operasional dengan memastikan seluruh kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak berjalan sesuai standar keselamatan pemerintah, meski sempat dikaitkan dengan rangkaian gempa bumi di Bogor dan Sukabumi pada 20–21 September 2025.

Humas PT Star Energy, Asrul Maulana, menyampaikan empati kepada warga yang terdampak sekaligus menekankan bahwa operasional perusahaan tetap aman.

“Kami memahami adanya kekhawatiran masyarakat terkait rangkaian gempabumi yang terjadi di wilayah Bogor–Sukabumi pada 20–21 September 2025, yang dikaitkan dengan aktivitas operasional di Lapangan Salak,” ujarnya pada Jumat (3/11).

Asrul menegaskan, berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa tersebut murni aktivitas tektonik dangkal, bukan akibat kegiatan manusia.

“Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada masyarakat terdampak dan akan terus berkoordinasi dengan Forkompimcam, BPBD, dan tokoh masyarakat untuk memastikan informasi yang akurat serta mengkaji bentuk dukungan yang bisa diberikan sesuai kebutuhan lapangan,” katanya.

Komitmen Keselamatan dan Lingkungan

SEGS menyatakan bahwa seluruh kegiatan operasional telah memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang disetujui pemerintah, termasuk proyek pengeboran.

Perusahaan juga rutin melaporkan hasil pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan.

Untuk menjamin keselamatan, SEGS telah mengantongi sertifikasi ISO 45001 dan ISO 14001 di bidang manajemen keselamatan dan lingkungan, serta SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sesuai standar industri energi.