PENAJABAR.COM, PAMIJAHAN – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Karang Taruna (Katar) Kecamatan Pamijahan mendesak pemerintah membentuk tim investigasi independen terkait dugaan kaitan aktivitas PT Star Energy Geothermal (SEG) dengan rentetan gempa bumi yang mengguncang Bogor, termasuk Pamijahan, pada 28–29 September 2025.
Walaupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa berasal dari sesar aktif dangkal atau tektonik, keresahan masyarakat tetap menguat. Namun kedua organisasi pemuda ini menilai kedekatan lokasi gempa dengan area operasional SEG di kawasan Gunung Salak perlu dikaji secara terbuka.
Meski begitu, pihak Star Energy menegaskan bahwa seluruh aktivitas operasional berjalan aman, sesuai standar keselamatan, dan tidak berhubungan dengan kejadian gempa bumi.
Perusahaan merujuk data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan gempa disebabkan oleh sesar aktif dangkal, bukan aktivitas manusia.
Tuntutan Transparansi dan Audit Independen
Ketua KNPI Pamijahan, Ikiw, bersama Ketua Katar Pamijahan, Satya Nugraha Pamungkas, menegaskan perlunya audit lingkungan dan kajian risiko bencana yang melibatkan ahli geologi independen.
"Kami menghormati pernyataan BMKG. Namun, kedekatan lokasi gempa dengan area operasional, terutama aktivitas pengeboran dan penyuntikan kembali fluida (re-injection) yang berpotensi memicu kegempaan terinduksi (Induced Seismicity), harus diinvestigasi secara tuntas dan independen," ujar Ikiw pada Jumat (3/11).
KNPI dan Katar juga meminta SEG membuka data seismik serta rekam jejak pengeboran secara transparan ke publik agar tidak ada spekulasi liar di tengah masyarakat.
Selain transparansi, kedua organisasi tersebut mendesak pemerintah segera membentuk tim asesmen kerusakan yang melibatkan unsur desa dan pemuda untuk mendata dampak kerugian warga.