PENAJABAR.COM, CIGUDEG – Wakil Bupati Bogor meminta camat dan kepala desa di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang segera melakukan pendataan terkait dampak sosial pasca penutupan tambang galian C berizin.
Instruksi ini merujuk pada edaran Gubernur Jawa Barat yang menghentikan sementara aktivitas tambang batu andesit di Bogor Barat.
Pendataan difokuskan pada berbagai aspek yang berpotensi memicu krisis sosial-ekonomi, mulai dari meningkatnya angka pengangguran akibat berhentinya pekerjaan sopir, kernet, karyawan, hingga pekerja harian.
Tak hanya itu, kerugian pelaku usaha, terhentinya perputaran ekonomi UMKM, hingga ancaman anak putus sekolah akibat orang tua kehilangan penghasilan juga menjadi sorotan.
“Semua data ini akan menjadi bahan kajian Pemkab Bogor, yang nantinya kami bersama Pak Bupati akan sampaikan langsung kepada Gubernur,” ujar Wakil Bupati Bogor pada pada Jumat (3/11).
Selain menyoroti dampak ekonomi, Wakil Bupati Bogor juga mencatat potensi bertambahnya jumlah warga miskin serta persoalan kesehatan masyarakat yang bisa muncul akibat turunnya daya beli.
Pemerintah daerah berjanji untuk mengawal langkah ini agar setiap data lapangan benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat yang terdampak.
Jaro Ade juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas di tengah situasi yang tidak mudah.
“Pemerintah akan bertindak demi kebaikan bersama, baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Kita sama-sama cinta Kabupaten Bogor,” tegasnya.